Tuesday, January 6, 2009

Bantal

Aku lelah. Mataku berat. Kepalaku pening luar biasa. Aku benar-benar mengantuk.

Lalu ku buka pintu kamar dengan semangat. Ada yang aneh saat kupandangi kasur bergambar Winnie the Pooh itu. Bantalku tak ada. Aku tak berdaya.

Kemanakah bantalku? Satu-satunya barang berharga yang bertengger di atas kasurku. Tak biasa-biasanya ia menghilang. Atau adakah yang berani mengambilnya dariku? Ah, kurasa tidak.

Tapi kemana?

Bantalku menghilang.

Aku tak bisa bersandar.

Malam ini.

***

AKU : Sayang, bolehkah aku bersandar sekaliiiii saja. Tanpa aku meminta?
KAU : Cinta, belum cukupkah belaian, pelukan, dan kemanjaan yang kuberi padamu?
AKU : Sayang, aku hanya ingin bersandar. Sekaliiiii saja. Tanpa harus meminta.
KAU : Cinta, bulan pun akan aku ambilkan jika kau meminta.
AKU : Sayang. Aku tak ingin bulan. Aku hanya ingin bersandar.
KAU : Cinta, apapun yang kau minta…
AKU : Sayang. Kali ini aku tak ingin meminta. Sekaliii saja.
KAU : Lalu, cinta?
AKU : Aku hanya ingin bersandar. Tanpa meminta.
KAU : …… ….
AKU : …….. …

***

Itulah mengapa Venus tak pernah berjalan berdampingan dengan Mars. Karena Mars tak pernah mengerti apa yang diinginkan Venus. Sementara Venus tak pernah tahu bagaimana cara menyampaikan maksudnya pada Mars. Tanpa meminta. Gerak mereka terlalu berbeda untuk diisyaratkan dalam satu bahasa yang sama. Namun mereka tetap indah berputar sesuai orbitnya.

(Kamar Kos, Selasa 6 Januari 2009, 23.32 WIB. Gara-gara tak bisa tidur, dan terinspirasi sebuah sms yang menggunakan kata “belum cukupkah” dari nomor 0818040xxxxx)

3 comments:

  1. Pengennya sich ngasih komen, tp masih blm nyambung Bu.

    ReplyDelete
  2. dalem......
    cara pemilihan kata2 nya bagus !!!

    ReplyDelete
  3. Aku padamu deh, Jeng...

    Hehehe3x.

    ReplyDelete